Posts

Hukurila: Mutiara Tersembunyi Maluku

Image
Ambon, Maluku. Banyak orang mengenal Maluku lewat pantai-pantai terkenalnya atau sejarah rempah yang kaya. Destinasi yang sering muncul di rencana perjalanan biasanya berkisar di tempat-tempat yang sudah populer, seperti Liang, Natsepa, Pintu Kota, Benteng Amsterdam. Namun, sedikit menjauh dari pusat kota, ada satu tempat yang jarang disebut.   Di pesisir tenang, tak terlalu jauh dari kota Ambon, terdapat sebuah desa bernama Hukurila. Perjalanan ke sana membawaku perlahan meninggalkan hiruk-pikuk kota ini. Jalanan mulai menyempit, udara terasa lebih sejuk, dan laut biru mulai tampak di sela-sela pepohonan. Sepanjang jalan, mataku dimanjakan oleh pemandangan yang berubah-ubah. Dimulai dengan pohon sagu menjulang tinggi, daunnya bergoyang pelan diterpa angin. Tak lama kemudian, aku melewati pohon rambutan dan durian yang buahnya bergelantungan, menebar aroma manis yang samar. Lebih jauh, hamparan padang terbuka muncul, dipenuhi pohon minyak kayu putih yang rindang, aromanya segar men...

50 Alasan

Bohong jika aku katakan bahwa aku mencintaimu tanpa alasan. Nyatanya, aku punya 50 alasan mencintaimu. Alasannya... 1. Kau selalu tahu bagaimana membuat orang lain tersenyum. 2. Suaramu menenangkan hatiku. 3. Kau perhatian dengan orang lain. 4. Senyummu, begitu manis. 5. Kau teguh pada pendirianmu. 6. Kau punya cara unik untuk berkomunikasi. 7. Cara kau memandang dunia, begitu menginspirasiku. 8. Kau sangat jujur. 9. Cara bicaramu selalu berhasil membuatku tertarik. 10. Terkadang aku hanya ingin duduk di sebelahmu, tanpa harus berkata-kata. 11. Caramu melindungi orang yang kau sayangi. 12. Aku suka mendengar cerita-cerita menarik tentang dirimu. 13. Bagaimana kau bisa tersenyum meski kau sedang kesulitan. 14. Caramu memperhatikan detail-detail kecil dalam segala hal. 15. Kau bisa membuatku nyaman hanya dengan keberadaanmu. 16. Kau begitu menyayangi teman-temanmu. 17. Kau tak menghabiskan waktu untuk hal yang tak penting. 18. Kau dewasa dalam imanmu. 19. Kau adalah pemimpin yang luar bi...

Boleh, kan?

  “Kak, aku tertarik padamu. Boleh aku mengenalmu lebih lagi?” Keheningan malam ini terpenuhi hanya oleh bayangmu menyelimuti pikiranku.  Diriku menerka, kau seperti angin yang datang tanpa suara.  Saat   aku   dekat denganmu ,  seketika  dimensi mu  berubah dan segala hal menjadi begitu cepat.  Kau seperti bayangan yang menghindar, selalu dekat, namun tak pernah tampak jelas, hanya melintas tanpa menyentuh, seolah tak ingin terli ha t. Kau tergesa-gesa melakukan segala sesuatu,  seolah-olah waktu yang tak memberi peluang untuk berhenti sejenak.  Kata-katamu hanya jatuh pada mereka yang terbiasa membaca bahasa rumit,  sementara aku? Entahlah bagaimana aku di matamu.  Kau tak pernah mau berbicara denganku,  bahkan untuk sekedar menatap saja enggan.  Sungguh, tak jarang kudapati diriku  ingin  menjadi  seperti mereka, yang dengan  mudah  menepuk  pundak mu  dan dengan lapang dada...