Tentang 50 Alasan
50 Alasan yang saya tulis tahun lalu, Surat itu tidak pernah benar-benar selesai ditulis dalam satu malam. Ia dimulai dengan satu kalimat, “Bohong jika saya katakan bahwa saya mencintaimu tanpa alasan.” Saya ingat malam itu, ketika pena pertama kali mulai menari di atas kertas. Hujan turun pelan di luar jendela, dan lampu kamar hanya menyisakan cahaya temaram. Alunan musik The Beatles mengalun lembut terbawa udara menyusuri gendang telinga. Saya dan pikiran saya. Awalnya, saya hanya ingin menulis satu alasan. Lalu dua. Lalu tanpa sadar, saya menuliskan yang ketiga… keempat… sampai akhirnya saya berhenti di angka lima puluh. Sebenarnya bukan karena saya sudah kehabisan alasan, tapi karena saya takut kalau saya terus menulis, saya tidak akan pernah selesai. Semua itu bermula dari hal-hal kecil. Caramu berbicara. Caramu mendengarkan. Caramu diam. Ada satu hari yang selalu teringat. Kamu sedang bercerita. Entah tentang apa, mungkin hal sederhana, mungkin tidak begitu penting bagi oran...
