Melankolis - tak karuan
Malam bukan sekedar gelap bagiku, melainkan ruang sunyi tempat segala resah berkumpul dan menatap balik dari cermin itu. Ketika kududuk menatapnya, semakin ia menekan membuatku tak sudi lagi mengangkat wajah. Hatiku berusaha bicara, namun suara tercekik, tertahan di kerongkongan. Aku terjebak dalam labirin hatiku sendiri. Dihadapkan pada jalan bercabang yang tak terhitung jumlahnya, tak tahu mana yang harus kupilih. Terlalu banyak "ingin" - hadirnya, suaranya, bahkan sekedar bayangnya - hingga semuanya saling menuntut tempat di hati yang sempit ini. Aku bingung harus merasa yang mana lebih dulu. Kadang merasa seperti haus di tengah lautan meski air sebenarnya ada di sekeliling, tetapi tak satu pun benar-benar mampu menghilangkan dahaga. Kadang merasa perahu yang kutumpangi terombang-ambing di antara harapan dan kenyataan. Semakin menginginkan, semakin aku tak tahu ke mana harus melangkah. Semua yang kurasakan berdesakan, saling menyalip, saling menuntut untuk didengar, hingg...