Intuisi
Saya, selalu merajut senyum dan menyulam luka dengan tawa. Selalu kusembunyikan perihku agar dunia tak membaca air mataku. Malam tahu rahasiaku, angin mengerti isak yang kutahan. Namun, tak pernah kuduga, kini saya biarkan rasa itu timbul dan berakar. Saya biarkan hatiku menang dari pikiranku. Saya biarkan diri ini merasakan apa yang seharusnya ia rasakan. Saya lelah berpura-pura. Biar saja sedih ini timbul, biar ia bertunas, berakar, menjalar ke relung hati yang dulu kugenggam erat. Sebab mungkin, dalam kesedihan yang kubiarkan hidup, saya akhirnya menemukan bagian diriku yang hilang.

Comments
Post a Comment