Jatuh Lagi
Beberapa hari belakangan ini napas terasa lebih berat dari biasanya. Bukan sebab lelah yang kasat mata, tapi karena hati yang menanggung terlalu banyak. Semakin hari, rasanya semakin sesak. Sesuatu tumbuh tapi tak menberi ruang untuk hidup dengan benar. Mungkin ini yang disebut jatuh hati dengan cara yang salah. Saya tak salahkan perasaan itu, tapi karena waktu, keadaan, dan harapan yang kita bangun di atasnya. Kita menggantungkan banyak hal pada sesuatu yang sejak awal tidak pernah benar-benar kita miliki. Kita percaya pada kemungkinan yang belum tentu berpihak. Ada banyak "seandainya" yang kita peluk terlalu erat. Meski saya terpikat pada tuturmu, dan terkagum pada caramu memandang dunia, saya harus tetap mengakui bahwa tidak semua yang indah harus dimiliki. Pada akhirnya saya belajar satu hal yang paling sulit kita terima, bahwa tidak semua rasa harus berujung memiliki. Tidak semua kedekatan harus berakhir bersama. Dan kita, dengan segala yang kita rasakan, tidak harus memaksa takdir untuk berjalan sesuai keinginan kita sekarang. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk saling memiliki saat ini. Mungkin nanti. Mungkin juga tidak sama sekali. Saya percaya jika suatu hari nanti memang ada jalan yang mempertemukan kita kembali dengan cara yang benar, maka biarlah itu terjadi tanpa paksaan. Biarlah waktu yang mengatur, dan takdir yang menuntun. Saya tidak ingin lagi mengejar sesuatu yang belum waktunya. Saya tidak ingin lagi berharap pada keadaan yang dipaksakan. Kalau memang kita ditulis untuk saling menemukan, saya percaya, kita akan sampai juga. Jika tidak, maka setidaknya saya pernah merasakan sesuatu yang tulus.

Comments
Post a Comment