Surat Cinta untuk Tuhan
Hamba menulis surat ini bukan karena Engkau tidak tahu isi hati, tetapi karena hamba ingin belajar jujur di hadapan-Mu. Di antara segala kesibukan, kegelisahan, dan keinginan yang sering kali membawa hamba jauh, ternyata Engkau tetap setia menunggu hamba kembali.
Tuhan, terima kasih untuk napas yang masih Engkau titipkan hari ini. Untuk hal-hal kecil yang sering dianggap biasa, terima kasih untuk matahari yang terbit, terima kasih untuk orang-orang yang menyayangi hamba, dan kesempatan untuk mencoba lagi meski hamba sering gagal. Hamba sadar, cinta hamba kepada-Mu sering naik turun, daging hamba lemah, tetapi Roh-Mu yang kuatkan dan cinta-Mu tidak pernah berubah.
Hamba ingin mencintai-Mu bukan hanya saat hamba butuh pertolongan, tetapi juga saat hidup terasa baik-baik saja. Ajari hamba untuk melihat-Mu dalam setiap keadaan.
Jika hamba berjalan terlalu jauh, berkenanlah memanggil hamba pulang. Jika hamba terlalu keras pada hidup, berkenanlah melembutkan hati hamba. Dan jika hamba mulai lupa arah, tuntunlah hamba kembali kepada-Mu.
Tuhan, mungkin hamba tidak selalu tahu bagaimana cara mencintai-Mu dengan benar. Tapi hari ini, hamba ingin belajar percaya, belajar berserah, dan belajar mencintai-Mu dengan kasih yang Engkau ajarkan kepada hamba.
Tetaplah bersama hamba, Tuhan, janganlah berperkara pada hamba-Mu yang lemah ini. Sebab tanpa-Mu, hamba hanyalah domba yang tersesat, yang papa dan tak mampu berbuat apa-apa.

Comments
Post a Comment